Tempat Wisata Di Sekitar Jawa Barat

Tempat wisata alam tersembunyi di Jawa Barat yang minimum eksotik

Beriklan dengan kami


Versi Inggris -> https://indonesia.tripcanvas.co/west-java-attractions/


Ditulis oleh Imron Ramadhan




Cerita oleh Matin Firas Harahap


Terbentang dari pantai Indramayu di bagian utara hingga Pangandaran di putaran daksina, dari Sukabumi di babak barat sampai Kuningan di ujung timur, Jawa Barat yakni salah suatu kawasan dengan populasi terpadat di Indonesia.

Pada abad ke-5 wilayah ini merupakan bagian semenjak Kerajaan Tarumanegara, yang dilanjutkan maka itu Kerajaan Sunda dengan ibukota Pakuan Pajajaran (sekarang Kota Bogor). Dan pada abad ke-16 berdirilah Sultanat Cirebon yang masih terserah hingga sekarang. Enggak heran seandainya Jawa Barat bakir akan warisan adat dan budaya luhur yang terbimbing apik.


Cek juga -> 21 hal mengganjur di Yogyakarta ini bakal melangkahi batas imajinasi Kamu


14 pantai terindah di Yogyakarta ini yaitu surga siluman yang dapat Dia temukan

Bernas di jalur gelang-gelang api pasifik, wilayah yang memiliki beberapa ancala berapi aktif ini juga rajin disebut Parahyangan atau “tempat lalu para dewa” karena bentang alamnya yang terkenal begitu  indah dan unik dengan jarak pampasan yang tidak terlalu jauh semenjak Jakarta ataupun Bandung.

Dari danau di puncak gunung hingga tepi laut berpasir putih, Jawa Barat memiliki banyak sekali keheranan umbul-umbul nan begitu sensasional dan pelahap bagi dilewatkan.

1. Berkelana ke Bumi Dahulu kala Jurrasic World: Pulau Biawak, Indramayu

Anda tentu sudah familiar dengan Pulau Komodo di mana reptil purba samudra komodo hidup berkeliaran dengan bebas.

Photo Via: Biawak-dhamadharma

Tapi tahukah Anda sekiranya tak terlalu jauh dari Jakarta, tepatnya di pesisir utara Indramayu juga terwalak sebuah pulau yang banyak dihuni oleh kadal raksasa?

Seperti namanya, Pulau Beriang ialah habitat alami satwa terlarang beriang. Dulunya pulau ini tertutup bagi umum karena dijadikan lokasi penekanan kepunyaan pemerintah.

Photo Via: iewenkphotos,asriiningtyas

Tetapi sekarang, asalkan berani, Anda bebas kerjakan melayari setiap jengkalnya.

Photo Via: wisatapulaubiawak

Begitu arombai merapat di pantai Pulau Biawak yang berpasir putih, Sira akan sambil disambut maka dari itu megahnya mercusuar kuno setinggi 65 meter yang sudah terserah sejak jaman Belanda. Alangkah pemandangan yang luar biasa!

Photo Via: pulaubiawak_indramayu,iewenkphotos

Kamu boleh naik ke puncak mercusuar tersebut melalui tangga berputar cak bagi melihat seluruh fragmen pulau.

Tidak semata-mata di daratan doang, pemandangan standard bawah laut sekitar Pulau Beriang  pun tak kalah cantiknya. Dan Anda dapat menikmati indahnya anak uang karang dan ikan-lauk beraneka warna  tersebut sambil snorkeling.

Photo Via: pulaubiawak_indramayu,satucl,dhamadharma

Takdirnya Beliau layak bernyali, cobalah jelajahi alas bakau yang terdapat di pulau ini, bisa jadi tahu  dapat antuk sekaligus dengan “sepupu” komodo yang sedang melintas di sela-sela pepohonan.

Meskipun tak seagresif komodo, doang biawak dewasa dapat bertaruk selama tiga meter dan kembali bisa menggigit! Dan siuman, apabila berpapasan dengan mereka, waspadailah sabetan ekornya, karena itu ialah senjata nan mereka gunakan jika merasa terancam.

Kepulauan Biawak, Indramayu

Telepon:
0838 6724 8421 / 0877 1770 5656
Jam Operasional:
06.00 – 22.00
Kaidah ke Sana:
Berpunca Jakarta mendaki bus menuju Indramayu atau kereta api menghadap Cirebon. Setibanya di Simpang Celeng, penjelajahan dilanjutkan menuju Pelabuhan Karangsong. Berasal bom Anda dapat mencarter sampan untuk menyeberang ke Pulau Biawak dengan jarak tempuh 5 sebatas 6 jam. Koordinat di sini.
Tarif:
Kelongsong trip start terbit Rp 480.000 bakal dua hari satu lilin batik.

2. Uji Nyali dan Ketangguhan: Tebing Citatah, Padalarang

Meski hanya berjarak 5 kilometer berusul pintu keluar tol Padalarang, Tebing Citatah lain sepopuler Goa Pawon dan Stone Garden.

Photo Via: febefransiska

Momen ini di asal pengawasan Kopassus, tebing-tebing nan ada di sini selalu digunakan sebagai lokasi latihan militer. Tapi di akhir pekan, ketiga rubing yang cak semau: Citatah 48, Citatah 90 dan Citatah 125 dibuka bakal pengunjung yang mau melakukan aktivitas menaiki tebing – sonder dipungut biaya!

Citatah-90 (Photo Via: maleber)

Untuk pendaki pemula, Sira dapat coba memanjat tebing Citatah 48 dengan ketinggian 40 sampai 50 meter. Sedemikian itu sukses menaklukkan rubing bujukan kapur ini, Anda akan disambut makanya monumen Belati eigendom Kopassus laksana huruf angka kemajuan.

Photo Via: nurulpermatasari

Tidak cuma menguji tubuh Ia saja, untuk menaklukkan tebing ini lagi dibutuhkan fokus dan ketelitian. Sentralisasi pun dibutuhkan di sini karena setiap saat bahaya dapat mengancam.

Photo Via: Fajri-Sendia,achsany-takwim

Karena tingkat kesulitan yang layak strata serta besarnya risiko nan dihadapi, tebing Citatah 90 dan Citatah 125 hanya diperuntukkan buat pemanjat berpengalaman namun, dengan bukti sahifah serta surat ijin pecah pihak berwenang.

Photo Via: billydesta

Tebing Citatah, Bojong Loa, Cipatat, Bandung Barat 40554

Cara ke Sana:
Keluar berusul pintu tol Cipularang di Padalarang, verbatim terus sebatas melewati dua persimpangan. Lokasi ini mewah di jihat kidal tak jauh setelah melalui Goa Pawon dan Stone Garden. Koordinat di sini.
Jam Operasional:
08.00 – 17.00 (namun intiha pekan)
Kartu Turut:
Gratis


3. Menguak Piramida Misterius di Situs Megalitikum Gunung Padang, Cianjur

Di penyeberangan gunung berapi di area Cianjur terdapat sebuah reka cipta ki akbar yang sukses meniadakan album peradaban zaman dulu.

Artist Impression (Photo Via: PaulKijlstra)

Ketika reruntuhan candi ditemukan di dolok setinggi 100 meter ini, awalnya semua orang menganggap itu situasi formal. Namun 20 musim tinggal barulah diketahui bahwa candi tersebut bukan berdiri di atas bukit, melainkan di sebuah piramida buatan manusia yang tertimbus maka itu tanah!

Photo Via: Andreas-Andryanto

Berasal uji karbon, disimpulkan bahwa bujukan-batuan nan digunakan cak bagi membangun piramida ini diperkirakan telah berumur antara 9.000 hingga 20.000 tahun lampau, alias 6.000 tahun sebelum Aji Tut membangun limas-piramida di Mesir – dan menjadikannya bagaikan piramida tertua di dunia.

Cak agar sebatas sekarang bermacam pendalaman sejarah masih berlangsung, namun Gunung Padang telah dibuka lakukan masyarakat. Untuk menjurus puncaknya dibutuhkan musim daki selama 20 menit melalui jalan setapak. Di teras mula-mula dan yang minimal luas, tamu akan disambut oleh sebuah tumbuhan segara.

Photo Via: galihnusahakim

Makin ke atas hingga menuju puncak, ukuran teras kian mengerucut seumpama fon hierarki masyarakat di masa lampau.

Photo Via: PaulKijlstra

Photo Via: PaulKijlstra

Ketika Anda berdiri di tengah-tengah tempat pemujaan purbakala nan dikelilingi oleh gunung berapi, pepohonan mentah, serta suasana yang sedemikian itu tenang, maka ingatan Ia sekali lagi akan terlalai memisalkan vitalitas di masa pra-sejarah sederum menyibuk pemandangan nun jauh di  radiks sana.

Situs Megalitikum Gunung Padang, Karyamukti, Cianjur

Kaidah ke Sana:
Dari Jakarta, ke Jalan Raya Puncak hingga start di Cianjur. Detik bertemu bundaran, belok ke kanan. Teruskan perjalanan hingga melalui persimpangan lautan, lewat belok kidal ke Jl. Gunung Padang (terdapat papan penunjuk kronologi bertuliskan Situs Megalitikum Ardi Padang, namun ukurannya kecil, jadi Anda harus memperhatikan urut-urutan dengan seksama). Ikuti jalan utama sampai mendekati stasiun kereta jago merah, lalu belok ke kidal. Situs tersebut makmur di ujung jalan. Koordinat di sini.
Jam Operasional:
06.00 – 18.00
Tiket Masuk:
Rp 6.000,-

4. Indahnya Distribusi Air di Sela-Sela Bebatuan: Curug Batu Templek, Bandung

Anda mungkin akan kesulitan mencari sempat prinsip menuju Curug Batu Templek kalau menanya pada penghuni Kota Bandung.

Photo Via: ricki_ip

Lamun curug ini tidak sulit untuk dicapai, semata-mata lokasinya yang mampu di kawasan penambangan rayuan bendera menjadikan nama Curug Bencana Templek masih asing di telinga.

Ibarat fenomena geologi nan langka, Curug Alai-belai Templek sebetulnya merupakan rekahan kecil dari lempeng bumi, yang terasuh akibat pergerakan tektonis. Sehingga menyebabkan keluarnya air pecah pelana-sekedup bebatuan.

Photo Via: aannnnpr

Waktu nan tepat bagi mengunjungi curug ini adalah plong waktu hujan abu (biasanya antara rembulan September dan Maret) ketika perputaran air cukup deras dan berwarna kecoklatan, sehingga menampilkan keunikan partikular.

Photo Via: chanderaaa

Karena jalan berkiblat Curug Batu Templek riil jalan setapak nan tidak terlalu ki akbar, cara terbaik untuk mengunjunginya adalah dengan kendaraan roda dua. Setelah melewati para pengrajin batu umbul-umbul di Pasar Impun, Anda masih harus melewati bilang tanjakan.

Seperti itu tiba di atas argo, panorama Bandung Timur yang sensasional bisa Anda lihat. Jangan terperanjat kalau Dia jadi satu-satunya tamu di sini!

Temporer itu sayup-sayup di kejauhan terdengar suara percikan air nan melambangkan bahwa lokasi curug tersebut telah damping.

Curug Batu Templek, Batu halus Impun, Cimenyan, Bandung 40191

Mandu ke Sana:
Anda bisa cekut arah dari keluar Tol Pasteur – Pasupati – Jalan Nirmala – Terminal Cicaheum dan terbit arah Lapas Sukamiskin, Arcamanik, dahulu masuk ke Jalan Pasir Impun (depan pangkalan ojek) seberang Lapas. Dari Kronologi Batu halus Impun, terus menirukan jalan menjejak atas (nyana-kira 3 km) melewati Kronologi Saluran Pasir Impun. Kemudian melampaui Kronologi Cisanggarung. Destinasi tujuan Anda kaya di jihat kiri jalan. Koordinat di sini.
Tiket Ikut:
Periode Biasa: Rp5.000 | Hari Kelepasan: Rp10.000

5. Petualangan Menyusuri Green Canyon: Cukang Taneuh, Pangandaran

Sebutan Green Canyon sendiri awalnya dipopulerkan oleh wisatawan bawah Prancis, karena leger bernama Cukang Taneuh (yang artinya Jembatan Tanah) ini mengingatkan akan Grand Canyons yang ada di Arizona, namun berwarna hijau.

Selepas pelampung terpancang rapi, maka petualangan menyusuri sirkulasi wai berkelok di antara gawir baru ini pun dimulai.

Photo Via: Youkeepustraveling

Di kanan-kiri Kamu tampak aneka tumbuhan yunior menghiasi dinding-dinding batu nan terpahat secara alami sejak bertahun-tahun lewat.

hoto Via: Nico-Hopp youkeepustravelling

Di ujung perjalanan, Dia bisa roboh dari perahu dan memanjat ke tumpukan rayuan-bencana segara. Di sinilah petualangan nan sesungguhnya dimulai!

Dari haud Anda bisa terjun objektif ke kali besar nan mengalir di antara Green Canyon, dan biarkan arus airnya mengapalkan Anda menerobos beberapa rintangan yang menantang. Setiap tesmak kali besar ini menyimpan kejutan dan keseruan tersendiri.

Photo Via: youkeepustravellingcom

Plong menyusuri sungai di tengah hutan ini selama kurang bertambah satu jam, Anda boleh berlindung sejenak di marginal sambal menikmati sajian tradisional yang menyadarkan selera, sebagai halnya nasi bakar ayam yang dibungkus daun pisang, serta melepas dahaga dengan minum segarnya air degan.

Petualangan meredam emosi ini juga diakhiri dengan kembali naik biduk menuju hilir sungai nan bermuara di laut kidul, cak sambil menatap indahnya rawi terbenam di cakrawala.

Sungguh camar duka yang luar stereotip!

Green Canyon: Cukang Taneuh, Pangandaran

Lokasi:
Cukang Taneuh, Jl. Green Canyon – Cijulang, Kertayasa, Pangandaran. Koordinat di sini.
Jam Operasional:
07.30 – 16.00 (Musim Jumat beber mulai pukul 13.00)
Tiket Timbrung:
Mulai berpunca Rp 200.000,- (Mutakadim teragendakan bersantap, transportasi, dan pemandu)

6.Mendaki, Berkemah, dan Melihat Rawi Terbit: Bukit Papandayan, Garut

Cak bagi sebagian besar orang, mendaki gunung bukanlah situasi nan gampang dilakukan – tidak rumit Anda harus melampaui medan yang berat serta cahaya yang tak bisa ditebak hanya untuk bermalam di dalam tenda dan makan makanan kangsa.

Namun menurut para pecinta bendera, gunung ini termasuk cocok bagi para pendaki pemula, karena untuk menjejak area perkemahan di Papandayan Sira hanya perlu trekking selama dua jam sekadar.

Photo via: Untung09

Usai mendirikan kemah, pemanjat dapat melanglang-jalan di Huma Alun, sebuah padang anak uang Edelweiss terluas di Jawa Barat sekaligus medan terbaik untuk melihat matahari terbit.

Photo via: Stenisia

Spot tidak yang bukan kalah uniknya adalah Hutan Mati yang menyuguhkan pemandangan nan serupa itu eksotis. Tempat ini dulunya adalah hutan nan habis hangus akibat letusan gunung berapi, dan hanya menyisakan bangkai-bangkai pohon mati.

Photo via: Pratomo Aribowo

Bukit Papandayan

Lokasi:
Gunung Papandayan, Desa Karamatwangi, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut 44163
Cara ke Sana:
Bermula Jakarta naik bus menentang Garut dari perhentian Kampung Rambutan. Setibanya di Setopan Guntur di Garut, lanjutkan pelawatan menggunakan mini bus jurusan Cikajang, terlampau Anda anjlok di kelukan Cisurupan sesudah pasar. Sesudah itu lanjutkan avontur menjurus basecamp pemanjatan Gunung Papandayan dengan menyewa ojek. Koordinat di sini.
Tiket Turut:
Rp15.000,-

7. Panorama Biru Waduk Jatiluhur: Gunung Lembu, Purwakarta

Purwakarta mana tahu bukan sortiran utama Dia cak bagi mematamatai-lihat pemandangan di Jawa Barat, namun begitu menjejakkan kaki di Gunung Lembu Anda akan dibuat terkesima oleh keayuan terselubung yang dimilikinya.

Photo via Vincentius Reinaldi Ferdinand

Walaupun terserah tiga puncak gunung lain di sekeliling Menara air Jatiluhur, sekadar Gunung Lembu yakni yang paling mudah diakses, dengan jalal doang 700 meter di atas meres laut.

Photo Via: Rony GP

Tapi jangan lengah, meskipun ardi ini tak lampau hierarki, untuk menaklukkannya dibutuhkan tenaga dan usaha ekstra keras. Umumnya para pendaki membutuhkan waktu sekitar tiga jam trekking menuju ke puncak.

Photo Via: fathulgilang, cool4myeyes

Bahkan di awal-mulanya perjalanan saja Anda sudah akan dihadapkan oleh tempat yang sangat berat. Para pendaki harus bepergian melangkaui jenggala bambu yang cukup deras dengan lereng nan lumayan curam, seputar 45 derajat. Oleh karena itu dianjurkan kiranya tidak menaiki Dolok Lembu ketika musim penghujan, karena tanah nan berlumpur bisa membentuk penjelajahan Kamu tambah berat.

Photo Via: arissevtiee

Cuma semua usaha itu akan terbayar lunas begitu Kamu menjejak Rayuan Lembu, nan menyuguhkan panorama menakjubkan dari Waduk Jatiluhur dan giri-argo di sekitarnya.  Dan hanya bilang meter dari puncak gunung terdapat dataran yang boleh Anda pergunakan lakukan bernaung serta mendirikan tenda. Dijamin, dari sini pemandangan matahari terbit di keesokan harinya akan sangat indah!

Argo Lembu, Purwakarta

Lokasi: Kampung Panunggal, Desa Panyindangan, Kecamatan Sukatani, Purwakarta 41167
Mandu ke Sana: Keluar ki tol Cipularang di Purwakarta, lanjutkan perjalanan sampai menemukan pertigaan. Belok kanan membidik Jl. Raya Sindangkasih yang mengarah ke Sukatani. Setibanya di Sukatani, belok kanan ke Pasar Anyar Sukatani. Ikuti terus urut-urutan utama setakat mencapai tujuan kurang lebih sekudung jam. Koordinat di sini.
Telepon: 0819 0933 2002
Jam Operasional: 24 jam
Karcis Masuk: Prodeo (hanya donasi seikhlasnya)


Official Website Formal

8. Danau Hijau yang Cantik di Kawah Ardi Galunggung, Tasikmalaya

Pada tahun 1982 Indonesia mengalami  rayuan kalimantang hebat berupa gunung meletus yang berlangsung cukup lama sehingga  memaksa ratusan penduduk nan silam di sekitarnya untuk mengungsi selama hampir satu tahun.


Photo Via: Ahmad-Syukaeri

Saking hebatnya letupan yang terjadi, sampai-setakat sebuah kaldera terbentuk di puncak ancala tersebut dan seiring berjalannya waktu, lama-kelamaan terisi makanya air yang semenjak dari lahan dan guyuran hujan sehingga terciptalah sebuah danau di dasar kawah.

Untuk menjurus tepi kawah berpunca tempat parkir terdekat dibutuhkan tenaga ekstra – bersiaplah naik 620 buah anak pangkat!

Photo Via: Galunggung

Jangan sano, rasa letih Dia bakal lenyap seketika detik bisa melihat panorama menakjubkan Kota Tasikmalaya berpokok kejauhan, dikelilingi oleh tumbuhan hijau selama mata memandang. Semacam itu tiba di puncak pemandangan yang disuguhkan akan jauh makin memesona. Perpaduan antara danau berwarna hijau dan abu vulkanis kecoklatan di sekitarnya, serta aneka tanaman plonco yang menutupi permukaan lerengnya membuat perjalanan ini tak tawar.

Photo Via: Ahmad-Syukaeri

Setelah berlabuh sejenak dan menyembuhkan tenaga dengan cenderai misoa instan dan secangkir salinan di warung-warung kecil yang ada di sini, Anda dapat lanjut menyusuri jenggala untuk mencapai lokasi yang lebih dekat dengan danau tersebut. Atau bisa juga bersembahyang di sebuah masjid kecil yang terdapat di salah satu ki perspektif kawah tersebut.

Jabal Galunggung, Tasikmalaya

Lokasi:
Desa Linggawangi, Kecamatan Leuwisari, Kabupaten Tasikmalaya 46464
Cara ke Sana:
Berpokok Bandung teruskan perjalanan mendatangi Kota Tasikmalaya. Selingkung 2 kilometer sebelum perhentian Indihiang, belok kiri. Ikuti jalan dan tiang petunjuk untuk mencapai tujuan. Koordinat di sini.
Jam Operasional:
06.00 – 18.00
Tiket Timbrung:
Rp6.500,- (area pelancongan dolok Galunggung) berlebih Rp2.000,- (menuju mulut gunung).

9. Berkelok-liuk Menuju Hamparan Babut Hijau: Pangalengan, Bandung

Selain Ciwidey yang tersohor dengan Situ Patengan dan Kawah Putihnya, di bagian selatan Bandung sebetulnya masih terserah destinasi lain yang bukan kalah sejuk dan rupawan, yaitu Pangalengan.

Photo Via: johanesadriano, Hamzah-U-Mustakim

Jikalau Anda sudah pernah ke Haud Patengan, maka di kawasan Pangalengan yang bererak 45 kilometer di kidul Bandung  pun terwalak telaga yang berukuran lebih segara, yaitu Haud Cileunca.

Photo via dimaskaisar

Di sini Anda boleh mengitari danau dengan lambu, namun kalau cak hendak mencoba yang tidak, terserah juga Jembatan Cinta.

 Bukan cuma itu saja, di Pangalengan Anda juga dapat menjenguk ke pertanaman teh Malabar untuk mempelajari proses produksi teh mulai sejak berangkat penanaman mencecah pengemasan, lewat lanjur berziarah ke makam tuan tanah nan dermawan yang mendedikasikan hidupnya buat Bandung, yaitu Karel Albert Rudolf Bosscha.

Photo via m_herwin

Perkebunan teh yang berbukit-bukit sejauh mata memandang tampak seperti hamparan karpet plonco. Rasanya sayang kalau pemandangan sani ini tidak diabadikan lewat pemotret.

Photo via shinta irawati

Perjalanan menuju ke kancah ini pun bukan kalah memukau. Jalanan pek nan mulus dan berkelok-liuk tentunya menyerahkan kenikmatan tersendiri detik berkendara.

Pangalengan, Bandung

Cara ke Sana:
Bersumber Bandung, mengarah ke selatan memusat Banjaran lewat berlanjut ke Jalan Raya Pangalengan. Beberapa lokasi menghela yang bisa Engkau kunjungi kami tandai di sini.

10. Menyaksikan Ratusan Kelelawar Beraksi Menjabat Lilin batik: Pantai Puncak Guha, Tertusukt

Jikalau mendengar prolog ‘pantai’, mungkin yang ada di benak Beliau adalah ombak biru nan bergelung menghempas ke pasir putih diiringi lambaian pohon kelapa di sekitarnya.

Photo Via: Adri-F

Cuma tidak demikian adanya di Pantai Puncak Guha.

Berjarak 10 menit berasal Pantai Rancabuaya, di pesisir selatan provinsi Jawa Barat, Puncak Guha merupakan gelanggang yang wajib dikunjungi oleh para pecinta pantai.  Jazirah kecil maujud tebing nan berbatasan langsung dengan raksasa ini dianggap misal pelecok satu tempat terbaik di kawasan ini untuk mematamatai sunset.

Photo Via: Hi.said

Alasan lain Anda wajib singgah di Pantai Puncak Guha ialah pertunjukan ratusan kelelawar yang beterbangan keluar berusul gua di bawah gawir momen matahari berangkat tenggelam. Bahkan dalam novel laris
Perahu Jeluang, Peri ‘Dee’ Lestari pula senggang menggambarkannya pemandangan tak sebun ini: “…terpana mengintai ratusan kelelawar yang tiba-tiba mengepak bersamaan dari radiks rubing, membentuk segomplok udara hitam nan sejenak memenuhi langit”.

Photo Via: RidwanAdhitama

Kunjungilah tempat ini beberapa jam sebelum rawi terbenam dan nikmati panorama sani perbukitan hijau yang membingkai laut abolisi.

Pantai Puncak Guha

Lokasi:
Kecamatan Caringin, Kabupaten Garut
Cara ke Sana:
Mulai sejak Bandung, mengarah ke selatan melewati Pangalengan menuju Pesisir Rancabuaya. Mulai sejak Tepi laut Rancabuaya kungkung ke sebelah kidal sepanjang beberapa menit dan lokasi ini berlambak di sisi kanan.  Koordinat di sini.
Tiket Masuk:
Rp5.000,- (pelopor) | Rp10.000,- (oto)

11. Menyusuri Gelapnya Peranakan Bumi: Goa Buniayu, Sukabumi

Arena ini kabarnya memiliki sistem gorong-gorong terbaik di seluruh wilayah Asia Tenggara. Wajar belaka, karena sejak beroperasi plong hari 1992 Goa Buniayu dilengkapi dengan peralatan keselamatan bertaraf internasional serta pemandu-pemandu yang sengat terpelajar.

Photo Via: Alfonso-Reno

Berjarak cuma 45 menit berbunga Kota Sukabumi, di sini terdapat tiga buah gua nan masing-masing memiliki tantangan tersendiri. Hanya dua berusul tiga liang sahaja yang longo buat mahajana, sementara gua yang ketiga, Goa Kerek semata-mata diperuntukkan bagi para professional dan bakal keperluan eksplorasi saja (kira-kira terserah apa cuma ya di dalam situ?).

Layaknya museum bersejarah, Goa Buniayu memamerkan beragam sajian ornamen ilmu bumi yang tercipta oleh proses alami sepanjang ribuan tahun. Bahkan, struktur-struktur ini masih mengalami pertukaran tulang beragangan sebanyak suatu millimeter setiap tahunnya!

Photo Via: buniayucave

Susuri korok hingga bagian terdalam dan cobalah perangi semua perlengkapan iradiasi. Tidak seberkas semarak rawi pun bisa turut ke putaran gua ini, sehingga tercipta sebuah “Keremangan Abadi” seperti nan disampaikan sang pemandu. Empat kali lebih gelap daripada suasana lilin batik periode, apalagi detik batang hari!

Photo Via: buniayucave

Butuh tantangan? Turuni babak gua sedalam 18 meter di sumber akar bidang laut bikin melihat ornamen bebatuan yang makin menakjubkan, termasuk bengawan dasar tanah serta riam kecil, telaga, dan sisa purba batu yang menyimpan sejarah panjang terbentuknya gua ini.

Anda juga dapat memanjat air terjun ini, persis seperti adegan di film
Tomb Raider.

Goa Buniayu, Sukabumi

Lokasi:
Cipinang, Desa Kerta Angsana, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi
Pendirian ke Sana:
Dari Jakarta, menaiki bis ke Sukabumi. Setibanya di Halte Sukabumi, lanjutkan perjalanan dengan angkutan umum menumpu Terminal Jubleg. Berasal sini panjat angkutan awam lagi jurusan Sagaranten dulu turun persis di portal pintu turut gaung. Koordinat di sini.
Jam Operasional:
08.00 – 22.00
Kartu Masuk:
Goa Angin Rp15.000,- per orang (termuat gude)

12. Nikmatnya Keheningan di Danau Tengah Alas: Danau Gunung, Sukabumi

Ingin merasakan sensasi suasana yang begitu senyap dan damai di danau yang terletak di perdua hutan?

Photo Via: Keril Doank

Terdapat di suku Gunung Gede terletak harta karun terpendam yang pastinya bakal disukai makanya orang-insan yang telah jenuh akan hiruk-pikuk kota lautan.

Doang catur jam pelawatan baik mulai sejak Jakarta ataupun Bandung, Situ Gunung termasuk dalam kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango yang sangat luas. Dengan luas beberapa dupa meter, mendayung arombai mengitari danau ini membutuhkan kampanye ekstra.

Saking jarangnya manusia yang berwisata di medan ini, Anda tak perlu mengunjunginya saat waktu kerja bikin menjauhi kerumunan turis.

Kalau enggan pergi tempat yang memasung ini, Kamu lagi bisa mencarter beberapa vila yang terwalak di sekitarnya.

Jikalau ingin lebih mendekatkan diri dengan alam, di sini terwalak lagi area perkemahan wadah Anda bisa melewatkan malam di kerumahtanggaan tenda ditemani suara miring-suara serangga dan hembusan angin. Tapi pastikan bagi memberitahu petugas jaga demi alasan keselamatan.

Haud Gunung, Sukabumi

Lokasi:
Desa Sukamanis, kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi 43153
Cara ke Sana:  Dari Jakarta, lewat urut-urutan Tol Jagorawi keluar di Ciawi, suntuk lanjutkan perjalanan mengarah ke Ii kabupaten Sukabumi. Setibanya di Cisaat ambil kronologi ke arah kiri, dan ikuti petunjuk jalan menuju Telaga Gunung. Koordinat di sini.
Tiket Masuk:
Rp18.500,-

Apakah masih cak semau destinasi tersembunyi lain di Jawa Barat nan wajib dikunjungi? Beritahukan kepada kami di rubrik komentar di bawah ini!

Beriklan dengan kami

Travel Writer

Mantan editor majalah yang memutuskan untuk berburu sunset. Selain menulis atau bersantai di pantai, sira juga aktif di green-books.org, sebuah LSM non-profit nan misi utamanya adalah memasyarakatkan enak-literacy dengan menghadirkan enak-library bagi anak-anak di seluruh Indonesia.

Source: https://indonesia.tripcanvas.co/id/tempat-wisata-di-jawa-barat/