Balancing Theories Pada Bisnis Perhotelan

Berikut ini merupakan pengertian, faktor yang memeranguhi, teori, serta cara menotal struktur modal firma nan teristiadat dipahami oleh para pemilik usaha.

Dalam memenuhi kebutuhan dana, setiap perusahaan bisa menggunakan sumber modal sendiri yang berpangkal dari modal saham, laba ditahan, dan tandon.

Jika kerumahtanggaan pendanaan perusahaan yang pecah berasal modal koteng masih mengalami kesuntukan atau mengalami defisit, maka perlu dipertimbangkan pendanaan perusahaan yang berasal dari asing sama dengan utang atau
debt-financing.

Namun kerumahtanggaan pelepasan kebutuhan dana, perusahaan harus mencari alternatif pendanaan yang efisien.

Pasalnya, pendanaan yang efisien akan terjadi bila perusahaan mempunyai struktur modal nan optimal.

Dalam sebuah teori, diasumsikan bahwa perubahaan struktur modal semenjak dari penerbitan obligasi dan pembelian kembali saham biasa atau penerbitan saham hijau.

Segala apa Itu Struktur Modal Perusahaan?

Struktur modal merupakan perimbangan ataupun perbandingan antara modal milik seorang dengan modal luar.

Dalam situasi ini modal asing adalah hutang jangka sumir ataupun hutang jangka panjang, temporer modal modal sendiri dibagi menjadi laba ditahan dan kepemilikan perusahaan.

Struktur modal dulu utama bikin dipahami, karena kondisi baik alias buruknya finansial perusahaan ditentukan makanya indikator ini.

Jika hutang jangka janjang perusahaan kian banyak dibanding laba ditahan, maka perusahaan bisa mengalami kegeruhan nan tekun.

Ada beberapa signifikansi struktur modal menurut para ahli, yaitu:

  • J. Fred Weston dan Thomas E Copeland (1996)

Weston dan Copeland mengatakan bahwa struktur modal adalah pembiayaan permanen yang terdiri bermula ketinggalan jangka tataran, saham preferen dan modal pemegang saham.

  • Frank J Fabozzi and Pamela Peterson (2000)

Menurut Fabozzi dan Peterson, definisi berpunca struktur modal adalah kombinasi berpokok hutang dan ekuitas yang digunakan buat membiayai order perusahaan.

Struktur modal suatu firma merupakan senyawa hutang, ekuitas yang dihasilkan secara internal, dan ekuitas baru.

  • J Keown dkk (2000)

Menurut Keown dkk, struktur modal adalah fusi atau sangkut-paut sumur dana jangka panjang nan digunakan oleh firma.

  • Farah Margaretha (2004)

Menurut Margaretha, struktur modal menayangkan pembiayaan permanen firma yang terdiri atas utang jangka panjang dan modal sendiri.

Sederhananya, struktur modal adalah bagian nan terpenting pecah perusahaan.

Baik buruknya sruktur modal akan suntuk berpengaruh kepada kondisi keuangan perusahaan.

Dengan adanya manajemen struktur modal, firma bisa mengalokasikan dana-dana yang dimiliki cak bagi kegiatan yang sesuai dan berguna bagi kelangsungan perusahaan.

Faktor yang Memengaruhi Struktur Modal Firma

Faktor yang Memengaruhi Struktur Modal Perusahaan

Berikut ini adalah beberapa faktor yang boleh mempengaruhi struktur modal sebuah perusahaan.

  • Struktur Aktiva (Tangibility)

Struktur aktiva adalah penentuan berapa besar alokasi dana kerjakan saban onderdil aktiva baik aktiva setia maupun aktiva lampias.

Rata-rata perusahaan industri yang sebagian besar modalnya tertanam n domestik aktiva konstan akan mengutamakan pemenuhan terpangkal dari modal permanen yaitu modal sendiri, sedangkan utang berperilaku lampiran.

Perusahaan yang semakin raksasa aktivanya dan terdiri dari aktiva lancar akan cenderung mengutamakan pemenuhan kebutuhan dana dengan utang.

Hal ini menunjukkan adanya pengaruh struktur aktiva terhadap struktur modal suatu perusahaan.


  • Growth Opportunity

Perusahaan cenderung melakukan pemodalan bikin mengembangkan perusahaan.

Kesempatan mengembangkan firma menjadi lebih baik ini biasanya tidak semuanya menguntungkan di mana keadaan tersebut pula mempengaruhi struktur modal perusahaan.

  • Ukuran Perusahaan (Form Size)

Firma besar cenderung akan melakukan varietas usaha kian banyak terbit sreg firma kecil.

Oleh karena itu kemungkinan kegagalan dalam menjalankan usaha alias degenerasi akan lebih kecil.

Dimensi perusahaan sering dijadikan penanda bakal prospek terjadinya degradasi lakukan suatu firma, di mana firma privat ukuran lebih lautan dipandang lebih fertil menghadapi krisis privat menjalankan usahanya.


Tahukah Beliau kalau tuntutan akuntansi online Kronik by Mekari dapat memudahkan Anda mengelola keuangan perusahaan secara bertambah praktis dan akurat. Buktikan dengan coba percuma aplikasi Jurnal masa ini!

  • Profitabilitas

Daya laba atau kemampuan meperoleh laba yaitu suatu ukuran dalam presentase yang digunakan bagi memonten sejauh mana perusahaan mampu menghasilkan laba pada tingkat yang dapat masin lidah.

Perusahaan dengan profitabilitas yang pangkat tentu memiliki dana internal yang lebih banyak daripada perusahaan dengan daya laba cacat.

Perusahaan dengan tingkat pengembalian yang tangga akan  berinvestasi memperalat utang nan relatif kecil (Bringham & Houston, 2001).

Tingkat pengembalian yang tinggi memungkinkan buat membelanjai sebagian ki akbar kebutuhan pendanaan dengan dana nan dihasilkan secara n domestik.

Kejadian ini menunjukkan bahwa profitabilitas berpengaruh terhadap struktur modal perusahaan.

  • Risiko Bisnis

Risiko menggalas bisa menjadi salah satu alasan kenapa perusahaan mengalami kesulitan untuk investasi eksternalnya. Kejadian ini berpengaruh kepada
leverage
perusahaan.

Setiap faktor mempengaruhi kondisi struktur modal firma juga akan mempengaruhi kondisi keuangan perusahaan.

Misalnya sekadar posisi perpajakan. Perusahaan yang kondisi keuangannya bugar, tentunya rutin mengupah fiskal dan tidak mengalami kebobrokan perpajakan.

Sebaliknya, perusahaan yang tidak setia pajak atau n kepunyaan kondisi finansial tidak sehat, proses pajaknya bisa saja terhambat.

Teori Struktur Modal Perusahaan

Teori Struktur Modal Perusahaan

Teori Pendekatan Tradisional

Lega pendekatan tradisional diasumsikan terjadi perubahan struktur modal yang optimal dan peningkatan nilai total perusahaan melalui pengusahaan
financial leverage
(utang dibagi modal sendiri).

Dengan menggunakan pendekatan tradisional, bisa diperoleh struktur modal yang optimal – ialah yang memberikan biaya modal keseluruhan terendah dan memberikan harga saham tertinggi.

Situasi ini disebabkan karena berubahnya tingkat pemodalan perusahaan.

Teori Pendekatan Modligiani dan Miller

Dalam teori ini berpendapat bahwa struktur modal tidak mempengaruhi firma, di mana ada dua spesies yaitu:

Teori MM Tanpa Fiskal

Teori struktur modal bertamadun yang pertama yaitu teori Modigliani dan Miller (teori MM). Mereka berpendapat bahwa struktur modal tidak relevan atau tidak mempengaruhi nilai firma.

MM mengajukan beberapa hipotesis untuk membangun teori mereka (Brigham dan Houston, 2001, p.31) yakni:

  • Enggak terdapat


    agency cost
  • Tidak ada pajak
  • Investor boleh berhutang dengan tingkat suku rente yang sebagai halnya perusahaan
  • Investor n kepunyaan informasi yang setinggi seperti mana manajemen mengenai prospek perusahaan di periode depan
  • Tidak terserah biaya kebangkrutan
  • Earning Before Interest and Taxes
    (EBIT) bukan dipengaruhi maka itu penggunaan semenjak hutang
  • Para penanam modal adalah
    price-takers
  • Jika terjadi kebangkrutan maka aset dapat dijual pada harga pasar (market value)

Teori MM dengan Pajak

Teori MM tanpa pajak dianggap tak realistis dan kemudian MM memasukkan faktur pajak ke dalam teorinya.


Fiskal dibayarkan kepada pemerintah yang berarti merupakan aliran kas keluar.

Utang boleh digunakan bakal menghemat pajak, karena bunga bisa dipakai sebagai pengurang pajak.

Teori
Trade Off
plong Struktur Modal

Menurut


trade-off theory


nan diungkapkan makanya Myers (2001), “
Perusahaan akan berhutang sebatas pada tingkat utang tertentu, di mana penghematan pajak (tax shields) berpangkal adendum tunggakan sama dengan biaya kesulitan keuangan


(financial distress)

” (p.81).

Biaya kesulitan keuangan (

financial distress

) ialah biaya kebangkrutan (

bankruptcy costs

) atau


re-organization


dan biaya keagenan (

agency costs

) nan meningkat akibat dari turunnya keterandalan suatu firma.


Trade-off theory


dalam menentukan struktur modal nan optimal memasukkan bilang faktor antara lain pajak, biaya keagenan (


agency costs

) dan biaya kesulitan finansial (

financial distress

) tetapi taat mempertahankan dugaan efisiensi pasar dan


symmetric


information bagaikan tara dan manfaat penggunaan utang.


Tingkat utang yang optimal terulur ketika penghematan fiskal (


tax shields

) mencapai jumlah yang maksimal terhadap biaya kesulitan keuangan (

costs of financial distress

).

Teori ini

n kepunyaan implikasi bahwa manajer akan berpikir dalam rencana


trade-off



antara penghematan pajak dan biaya kesulitan moneter dalam penentuan struktur modal.

Perusahaan-perusahaan dengan tingkat profitabilitas yang tinggi pasti akan berusaha mengurangi pajaknya dengan cara meningkatkan proporsi hutangnya, sehingga tambahan utang tersebut akan mengurangi pajak.


N domestik kenyataannya jarang manajer keuangan nan nanang demikian.

Donaldson (1961) mengamalkan pengamatan terhadap perilaku struktur modal perusahaan di Amerika Serikat dagang.

Penelitian tersebut menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan dengan tingkat profitabilitas yang tinggi mengarah rasio hutangnya rendah.

Kejadian ini berlawanan dengan pendapat


trade-off theor

y.


Trade-off theory


tak dapat mengklarifikasi korelasi negatif antara tingkat profitabilitas dan rasio utang.

Teori
Pecking Order

Teori


pecking order


menjelaskan mengapa perusahaan nan n kepunyaan tingkat keuntungan yang lebih tinggi justru mempunyai tingkat ketinggalan yang makin kecil.

Secara spesifik, perusahaan memiliki urutan-urutan preferensi privat penggunaan dana.


Naskah sekaan dalam teori


pecking titipan


adalah sebagai berikut:


  1. Perusahaan memilih pandangan internal. Dana internal tersebut diperoleh dari laba (keuntungan) yang dihasilkan dari kegiatan firma.

  2. Perusahaan cak menjumlah target neraca pembayaran didasarkan lega runding kesempatan penanaman modal.

  3. Karena kebijakan dividen yang teguh, digabung dengan kelabilan keuntungan dan kesempatan investasi yang tidak bisa diprediksi, akan menyebabkan aliran kas yang diterima oleh perusahaan akan kian besar dibandingkan dengan pengeluaran pendanaan pada saat saat tertentu dan akan lebih kecil sreg ketika nan lain.

  4. Jika pandangan eksternal diperlukan, firma akan mengecualikan surat berguna yang paling kerukunan terlebih dulu. Perusahaan akan memulai dengan utang, kemudian dengan surat berharga campuran seperti surat utang konvertibel, dan kemudian boleh jadi saham bak saringan terakhir.

Dalam kenyataannya, terwalak perusahaan-perusahaan yang n domestik menggunakan dana bagi kebutuhan investasinya bukan sesuai begitu juga skrip urutan (hirarki) nan disebutkan privat


pecking titipan theory

.

Penelitian yang dilakukan oleh Singh dan Hamid (1992) dan Singh (1995) menyatakan bahwa “
firma-perusahaan di negara berkembang lebih melembarkan lakukan menerbitkan ekuitas daripada berhutang internal mencukongi perusahaannya
”.

Keadaan ini berlawanan dengan


pecking antaran theory


yang menyatakan bahwa perusahaan akan memilih bikin menerbitkan utang terlebih dahulu daripada menerbitkan saham lega saat membutuhkan investasi eksternal.

Teori Asimetri dan
Signaling

Teori ini mengatakan bahwa intern pihak pihak yang berkaitan dengan firma tidak memiliki informasi yang sejajar tentang prospek dan risiko perusahaan.

Pihak tertentu mempunyai embaran yang lebih berusul pihak lainnya. Teori ini terdiri berasal:

Myers dan Majluf

Menurut teori ini ada asimetri informasi antara manajer dengan pihak luar.


Manajer memiliki kenyataan yang lebih lengkap mengenai kondisi perusahaan dibandingkan pihak luar.


Signaling

Mengembangkan model di mana struktur modal (eksploitasi utang) merupakan sinyal yang disampaikan oleh manajer ke pasar.

Seandainya manajer mempunyai keyakinan bahwa kemungkinan perusahaan baik, dan hasilnya ingin agar saham tersebut meningkat, maka manajer akan  mengkomunikasikan situasi tersebut kepada penanam modal.

Manajer boleh menggunakan hutang makin banyak sebagai sinyal yang lebih kredibel.


Karena perusahaan nan meningkatkan hutang bisa dipandang sebagai perusahaan yang yakin dengan prospek perusahaan di waktu mendatang. Investor juga diharapkan akan menyirat sinyal tersebut dengan pemahaman bahwa perusahaan mempunyai prospek yang baik.

Teori Keagenan (Agency Approach)

Menurut pendekatan ini, struktur modal disusun bikin mengurangi konflik antar beraneka rupa kelompok fungsi.


Konflik antara pemegang saham dengan manajer adalah konsep


free cash flow

.

Suka-suka kecenderungan manajer mau menyergap sumber siasat sehingga mempunyai supremsi atas sumber daya tersebut.

Utang bisa dianggap sebagai pendirian untuk mengurangi konflik keagenan


free cash flow

. Jika firma menunggangi utang, maka manajer akan dipaksa kerjakan memperlainkan kas dari perusahaan untuk membayar bunga.

Pendekatan Laba Kampanye Bersih

Pendekatan laba operasi bersih dikemukakan makanya David Durand pada periode 1952.

Pendekatan ini menggunakan asumsi bahwa investor memiliki reaksi yang berbeda terhadap pendayagunaan utang perusahaan.

Pendekatan ini menyibuk bahwa biaya modal rata-rata berimbang dan bersifat tetap berapapun tingkat utang nan digunakan maka itu perusahaan. Berikut ini penjelasannya:

  • Diasumsikan bahwa biaya utang konstan
  • Penggunaan utang nan semakin besar oleh pemilih modal sendiri dilihat sebagai peningkatan risiko perusahaan.

Artinya apabila firma menunggangi utang yang bertambah besar, maka pemilik saham akan memperoleh laba yang semakin kecil.

Oleh karena itu tingkat keuntungan yang disyaratkan maka dari itu tuan modal sendiri akan meningkat bak risiko perusahaan.

Akibatnya biaya modal rata-rata terimbang akan berubah.

Prinsip Menotal Struktur Modal Lengkap dengan Contoh

Di asal ini akan kita jelaskan beberapa contoh enumerasi struktur modal:

PT ABC mempunyai utang sebesar Rp30.000.000 dengan rente 5% dan laba aksi bersih Rp10.000.000.

Jika tingkat penanaman modal modal sendiri (tingkat kapitalisasi berarti tingkat keuntungan yang disyaratkan cak bagi modal sendiri sebesar 11%, maka mandu menotal penilaian perusahaannya adalah sebagai berikut:

(O) Laba bersih operasi= 10.000.000

(F) Anak uang (5% x Rp30.000.000)= 1.500.000

(E) Laba terhidang bikin pemegang saham= 8.500.000

Tingkat pendanaan MS= 11%

(S) Nilai pasar saham (8.500.000 : 11%)= 77.727.700

(B) Angka pasar surat utang= 30.000.000

(V) Nilai keseluruhan perusahaan= 107.727.700

Bintang sartan tingkat kapitalisasi keseluruhan ialah

Ko = O : V = 10.000.000 x 10% : 107.727.000 = 92,8%

maka harga per lb saham = Bila perusahaan punya 850 lb saham, maka harga per lb saham adalah

Rp77.727.000:850 = Rp91.444/ lembar

Sekarang bila firma kepingin menggilir obligasi dengan saham.

Nilai obligasi pada soal (a) Rp30.000.000, sementara itu harga saham Rp91.444/lb, maka diperlukan Rp30.000.000 : Rp91.444 = 328 lb.

Sehingga sekarang obligasi dibelanjai dengan modal seorang semuanya, maka tingkat keuntungan nan disyaratkan menjadi lebih cacat yaitu 10%.

Maka besarnya ko (tingkat investasi keseluruhan) dapat dihitung sebagai berikut:

(Udara murni) Laba bersih operasi= 10.000.000

(F) Bunga= 0

(E) Laba tersuguh bakal pemegang saham= 10.000.000

Tingkat pemodalan MS= 10%

(S) Nilai pasar saham (10.000.000: 10%)= 100.000.000

(B) Nilai pasar surat utang= 0

(V) Nilai keseluruhan firma= 100.000.000

Jadi tingkat kapitalisasi keseluruhan ialah
Rp 100.000.000

Ko = O : V = 10.000.000 x 100.000.000 x 10% = 10%

Sehingga harga saham menjadi Rp100.000.000: (850+330) =Rp 84.750.

Dengan demikian harga saham runtuh karena perlintasan struktur modal.

Misalkan, waktu ini perusahaan menaik modal  asingnya dengan Rp30.000.000 kembali, sehingga menjadi  Rp 60.000.000,- dan saham akan memendek sebesar 328 lungsin (Rp30.000.000  Rp90.910), sehingga saham dahulu 522 lb (850lb-328lb) dan tingkat investasi 14%, bunga obligasi nan harus dibayar meningkat 6%.

Sehingga besarnya tingkat kapitalisi  keseluruhan dapat dihitung sebagai berikut:

(Udara murni) Laba masif persuasi= 10.000.000

(F) Anak uang(6%x 60.000.000)= 3.600.000

(E) Laba tersedia untuk pemegang saham= 64.000.000

Tingkat kapitalisasi MS= 14 %

(S) Nilai pasar saham (65.000.000 : 14%)= 45.714.000

(V) Angka Keseluruhan= 105.714.000

Kaprikornus tingkat penanaman modal keseluruhan adalah
Rp 105.714.000

Ko = O : V = 10.000.000 : 105.714.000  x 100% = 9,46%

Harga per lb saham  yaitu Rp45.714.000: 520 =
Rp87.910

Dari hasil perhitungan dengan pendekatan tradisional di atas boleh diketahui bahwa struktur modal yang optimal ada puas paradigma (a) yaitu
Rp 107.277.000.

Di mana dari presumsi tersebut, modal nan dibutuhkan memiliki kredit terendah 9,28%, sahaja dapat memberikan harga saham  tertinggi yaitu
Rp 91.444
dibandingkan soal (b) dan (c).

Kesimpulan

Internal sebuah perusahaan, penyelenggaraan struktur modal habis diperlukan agar kondisi keuangan perusahaan tetap dalam kondisi nan baik dan aman.

Serta sepatutnya enggak terjadi kerugian yang bisa takhlik perusahaan mengalami masalah.

Penyelenggaraan struktur modal yang baik melambangkan bahwa perusahaan berlimpah privat pengelolaan moneter yang baik juga.

Dengan banyaknya kemungkinan struktur modal optimal yang sesuai keperluan perusahaan, maka keberadaan sebuah
software akuntansi
online
seperti Jurnal merupakan sebuah kebutuhan sekalian investasi bisnis nan dapat melampiaskan dan membantu firma berbahagia hasil  struktur modal nan cepat dan akurat.

Buletin juga merupakan
software inventory
Indonesia yang dapat diandalkan. Dapatkan semua informasi aplikasi perkantoran Jurnal yang Kamu butuhkan tentang Jurnal, di sini.

Saya Mau Coba Gratis Jurnal Sekarang!

maupun

Saya Kepingin Menyoal Ke Sales Surat kabar Waktu ini!

Demikian penjelasan mengenai pengertian, faktor, teori, serta mandu menghitung struktur modal sebuah perusahaan.

Semoga embaran di atas berguna untuk Dia!

Source: https://www.jurnal.id/id/blog/pengertian-faktor-teori-struktur-modal-perusahaan/