Mengenal Rimma Bawazier, Enterpreneur Fashion yang Memulai Karir dari Nol

Rimma Bawazier/Instagram
Mengenal Rimma Bawazier, Enterpreneur Fashion yang Memulai Karir dari Nol/Instagram
Mengenal Rimma Bawazier, Enterpreneur Fashion yang Memulai Karir dari Nol/Instagram

Bisnishotel.com, BANDUNG – Siapa yang tak kenal Rimma Bawazier?

Fashion Designer dari KAIMMA Malabis dan Shakila Modest ini telah memiliki seratus ribu lebih pengikut di media sosial Instagram. Wanita yang kerap disapa Kaima ini merupakan salah satu hijaber cantik yang dikenal juga sebagai model muslimah.

Sebelum mencapai puncak kesuksesan seperti sekarang, Rimma memulai karirnya dari nol dan sempat mengalami jatuh bangun. Ibu dua anak ini mulai menyukai dunia fashion sejak berusia 17 tahun.

Saat itu, Rimma selalu mengikuti ibunya membuat dan berjualan baju. Oleh karena itu, setelah lulus SMA, dia pun memilih untuk meneruskan pendidikannya selama satu tahun di bidang fashion.

“Saya belum berani mengambil jenjang S1 saat itu karena saya belum yakin jika fashion adalah jalan karir saya,” ujarnya, pada Kamis (31/5/2018) di acara JNE Kumpul Bareng Kawan Pers Nasional.

Setelah lulus, Rimma pun memulai usahanya dengan membuka pesanan baju made by order. Namun, usahanya itu tidak berlangsung mulus karena tidak setiap hari ada pelanggan yang ingin membuat baju.

Baca Juga: Tampil Lebih Cantik dan Percaya Diri dengan Henna

Rimma Bawazier/Instagram
Rimma Bawazier/Instagram

“Saya pun memutar otak dan akhirnya menjahit segala jenis kain mulai dari mukena hingga sprei,” katanya.

Di tahun 2010, Rimma pun mulai mengikuti komunitas Hijabers. Di komunitas itu, dia lebih leluasa menunjukkan bakatnya bersama teman-temannya.

Komunitas yang dia ikuti aktif membuka bazar dan fashion show sehingga banyak pengalaman dan pelajaran yang bisa diambil dari kegiatan tersebut.

Dengan brand KAIMMA Malabis dan Shakila Modest, Rimma pun memasarkan barangnya melalui media sosial. Menurutnya, perkembangan teknologi dan informasi di media sosial cukup memudahkan pekerjaannya.

“Selain itu, brand pun bisa dipasarkan melalui event, menggunakan influencer dan e-commerce,” ujarnya.

Namun perkembangan teknologi dan informasi juga menyebabkan adanya tantangan baru, yaitu persaingan barang dan harga dengan produk asal China.

Oleh karena itu, Rimma pun harus mencari cara agar produknya tetap menjadi unggulan. Salah satu cara yang dia lakukan adalah dengan mengganti model produk setiap satu bulan sekali.

Rimma pun berharap bisnis fashion miliknya tetap berjalan dan Indonesia bisa menjadi pusat tren busana muslim dunia di tahun 2020 mendatang.

Related posts